Selamat Datang di

Official Website Program Magister Administrasi Publik

Unggul Dalam Penemuan Keilmuan

Administrasi Publik yang Berbasis Kepulauan

Mengapa Harus Memilih

Program Magister Administrasi Publik??

Karena Program Magister Administrasi Publik memiliki….

Program Magister Administrasi Publik

Dalam Angka

0

Mahasiswa Baru

0

Mahasiswa Terdaftar

0

Guru Besar

0

Lektor Kepala

Pimpinan

Program Magister Administrasi Publik

Sambutan Ketua Program Studi

Dr. Hendry Selanno, S.Sos, M.Si

Selamat datang di portal Website Program Studi Magister Administrasi Publik Program Pasacasarjana Universitas Pattimura (Unpatti),……

4 June 2026

Hello world!

Welcome to WordPress. This is your first post. Edit or delete it, then start writing!
  • No announcements found.
  • No agenda items found.

Akreditasi Program Magister Administrasi Publik

Bedasarkan Surat Keputusan Direktur Dewan Eksekutif BAN-PT No. 1196/SK/BAN-PT/Ak.Ppj/M/IV/2024, menyatakan bahwa Program Studi Administrasi Publik, Pada Program Magister Universitas Pattimura, Kota Ambon Terakreditasi dengan Peringkat Akreditasi B

Belum ada data fasilitas.

FAQ

Apa yang dipelajari di Program Studi Magister Administrasi Publik Program Pascasarjana Universitas Pattimura?

Di Program Studi Magister (S2) Administrasi Publik Program Pascasarjana Universitas Pattimura, pembelajaran difokuskan pada pemahaman dan pengembangan ilmu administrasi publik, khususnya dalam tiga ranah utama: Organisasi Publik, Kebijakan Publik, dan Magister Administrasi Publik Program Pascasarjana Publik.

Iya, Program Studi Magister Administrasi Publik menyediakannya karena terdapat studi banding.

Melalui kegiatan studi banding ini, mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk turun langsung ke lapangan, mengamati, dan membandingkan praktik administrasi publik di berbagai instansi atau lembaga. Pengalaman observasi dan pembelajaran langsung di lapangan inilah yang memfasilitasi mahasiswa untuk mendapatkan wawasan praktis layaknya sebuah program magang.

Tidak

Iya, ada. Mahasiswa Program Studi Magister Administrasi Publik (MAP) di Program Pascasarjana Universitas Pattimura (Unpatti) memiliki ruang untuk kegiatan berorganisasi dan ekstrakurikuler.

Namun, kegiatan kemahasiswaan di tingkat magister (S2) memiliki karakteristik yang berbeda dengan tingkat sarjana (S1). Kegiatannya lebih difokuskan pada pengembangan kapasitas akademik, profesionalisme, serta perluasan jejaring (networking) dengan sesama praktisi maupun akademisi.

Berikut adalah beberapa bentuk kegiatan yang dapat diikuti oleh mahasiswa S2 MAP Unpatti:

  1. Studi Banding dan Kunjungan Institusi
    Program S2 MAP sangat identik dengan kegiatan studi banding ke berbagai instansi pemerintah, lembaga layanan publik, atau universitas mitra. Kegiatan lapangan ini bertindak sebagai aktivitas ekstrakurikuler terarah yang memungkinkan mahasiswa untuk mengobservasi, membandingkan, dan mengevaluasi langsung tata kelola birokrasi di dunia nyata.
  2. Seminar dan Kajian Kebijakan Publik
    Mahasiswa didorong untuk aktif mengorganisasi atau berpartisipasi dalam seminar nasional/internasional, lokakarya, dan Focus Group Discussion (FGD). Organisasi mahasiswa pascasarjana sering menjadi panitia penyelenggara dalam membedah isu-isu hangat seputar kebijakan publik, Magister Administrasi Publik Program Pascasarjana sektor publik, dan tata kelola pemerintahan.
  3. Riset dan Pengabdian Masyarakat
    Terdapat peluang besar untuk terlibat dalam kegiatan riset dan pengabdian masyarakat, baik secara mandiri maupun berkolaborasi dengan dosen. Organisasi kemahasiswaan pascasarjana kerap melakukan kegiatan turun ke masyarakat untuk melakukan edukasi atau pendampingan terkait perbaikan pelayanan publik di daerah.

Prospek kerja bagi lulusan Magister Administrasi Publik (MAP) sangat luas dan strategis. Gelar ini membekali lulusannya dengan kemampuan analitis, manajerial, dan perumusan kebijakan yang sangat dibutuhkan di berbagai sektor, bukan hanya terbatas pada instansi pemerintahan.

Berikut adalah prospek karir utama bagi lulusan S2 Administrasi Publik:

  1. Sektor Pemerintahan (ASN) Gelar magister mempercepat promosi jabatan manajerial. Lulusan juga ideal menjadi Analis Kebijakan Publik atau Perencana Pembangunan di instansi pemerintah.
  2. Sektor Akademik dan Penelitian Lulusan dapat berkarir sebagai Dosen di perguruan tinggi atau Peneliti di lembaga riset seperti BRIN maupun lembaga think tank independen.
  3. Sektor Swasta (BUMN, BUMD, Multinasional) Banyak perusahaan membutuhkan ahli administrasi publik sebagai Government Relations (penghubung perusahaan dengan pemerintah) atau Konsultan Manajemen Sektor Publik.
  4. NGO dan Organisasi Internasional Berpeluang menjadi Manajer Program atau Spesialis Tata Kelola di lembaga swadaya masyarakat maupun lembaga internasional seperti PBB dan Bank Dunia.
  5. Sektor Politik dan Legislatif Sangat relevan untuk menjadi Tenaga Ahli (TA) yang mendampingi anggota dewan (DPR/DPRD) atau sebagai Staf Khusus yang memberi masukan kebijakan bagi Kepala Daerah.

Kesimpulan: Gelar MAP membekali lulusannya dengan keahlian memecahkan masalah yang kompleks serta merumuskan kebijakan yang dapat diterapkan secara fleksibel di berbagai sektor pekerjaan.

Mayoritas lulusan Program Studi Magister Administrasi Publik Program Pascasarjana sudah mempunyai pekerjaan, persentase lulusan Program Studi Magister Administrasi Publik yang sudah bekerja sebesar 90% dan yang belum bekerja 10% dari total lulusan mahasiswa per Tahun Ajaran. Masa tunggu lulusan untuk memasuki pasar kerja dari 10% lulusan per Tahun Ajaran yaitu sekitar 1 s.d 2 Tahun.

Rata-rata durasi studi di Program Studi Magister Administrasi Publik Program Pascasarjana Universitas Pattimura adalah antara 1 tahun 6 bulan hingga 2 tahun, tergantung pada kecepatan penyelesaian studi.

Program Studi Magister Administrasi Publik (MAP) Program Pascasarjana Universitas Pattimura menggunakan kurikulum yang mengacu pada Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) Level 8, yang merupakan standar kompetensi nasional untuk jenjang magister (S2).

Saat ini, Program Studi Magister Administrasi mengintegrasikan kurikulum KKNI tersebut dengan pendekatan Outcome-Based Education (OBE) atau pendidikan berbasis capaian pembelajaran. Kurikulum ini dirancang agar lulusan memiliki kompetensi spesifik yang langsung relevan dengan kebutuhan dunia kerja modern.

Webo
BLU
KIPK
Kampus Berdampak
Lapor
Stop Kekerasan Seksual
Stop Gratifikasi
No Korupsi